You are here

Minyak lintah hitam papua

Submitted by admin on Tue, 2018-01-30 20:39
minyak lintah hitam papua
Harga: 

Rp100.000

Kode Produk: 
MLPM, MLPH

kode produk :
MLPM Minyak lintah merah papua
MLPH minyak lintah hitam papua 

 

Penting untuk diperhatikan, Minyak lintah ini tidak membuat besar seketika, Untuk mendapatkan hasil yg maksimal haru rutin dan teratur. dan lebih baiknya dipadukan dengan teknik jilq, bisa anda dapatkan ebook nya secara gratis di http://sahilah.com/cara-memperbesar-senjata-anda 
Apakah ada garansi?
untuk prduk ini kami hanya kasih garansi produk asli. yg kami jual sama dengan yg di jual di web site minyaklintahaslipapua.com dimana di web itu udah banyak testimoni asli pemakaian minyak lintah. Karena sy baru jual minyak lintah, sy belum dapat testimoni. 
 

BIsa anda lihat di web yg saya sebutkan tadi walau sudah banyak testimoni tapi tidak memberikan garansi pasti berhasil, karena banyak sekali fakor yang mempengaruhi keberhasilan. Diantaranya cara pijatan yang kurang betul, tidak rutin dan konsisten dan masih banyak lagi lainnya. Dan faktor penting lainnya adalah bahwa hasil bervariasi pada tiap orang, tergantung kondisi tubuhnya masing masing. Intinya adalah Minyak lintah ini hanya memberikan jalan, berhasil tidaknya banyak faktor mempengaruhi, namanya juga ikhtiar. Ibarat anda beli obat di apotek apakah si penjual obatnya memberikan garansi pasti sembuh? kan tidak. Tapi walau begitu  banyak yang berhasil dengan menggunakan minyak ini sehingga minyak lintah lumayan bagus untuk dicoba. Minimal nya, jika anda rutin memijat dengan minyak ini, kesehatan penis anda akan lebih baik, peredaran darah akan lancar karena minyak lintah mengandung zat hirudin.

Cara pakai minyak lintah hitam papua yang benar

Saya pastikan anda pasti gagal jika hanya mengoleskan minyak tanpa disertai dengan teknik pijatan yang benar. Dan ada beberapa faktor yan harus anda perhatikan diantaranya:

  • Kondisi penis:

pada saat memijat penis harus dalam kondisi minimal setengah ereksi /mengembang, lebih bagus lagi kalo ereksi agar memudahkan anda memijatnya. Jika anda memiliki keluhan lemah syahwat, susah bangun dan atau susah mempertahankan ereksi, maka hal itu harus diatasi dulu. Karena hasil yang anda dapatkan tidak akan maksimal dan cenderung gagal. Apalagi jika penis anda sering mengkerut dan melesak ke dalam -biasa nya di alami oleh orang yang obesitas- maka tingkat kegagalan akan semakin tinggi. Solusinya adalah pada saat treatment / terapi pijat harus disertai meminum suplemen. Kami sudah sediakan paket paketnya di bawah. Yang paling saya rekomendasikan adalah paket madu dan minyak lintah. Karena madu tonik ini reaksinya cepat dan dosis nya bisa di atur sesuai kebutuhan kita. Untuk keperluan terapi minum madu cukup hanya setengah sendok makan, yang penting penis dapat mengembang. Dan untuk yang tidak punya keluhan lemah syahwat sama sekali minum madu cukup seperempat sendok aja sudah berasa khasiatnya. Untuk mendapatkan dosis yang cook buat anda mulailah dari dosis yang peling sedikit. Minum madu setengah jam sebelum melakukan terapi pijat.
Paket kedua yang saya rekomendasikan adalah Paket herbastamin dan minyak lintah. Herbastamin in ibukan golongan obat kuat melainkan suplemen. minum rutin tiap hari sesuai aturan di botol nya. Untuk anda yg defisien ( bekas sakit gula darah atau punya lemah syahwat yg parah) anda aru bisa merasakan perubahan 1- 2 minggu setelah mengkonsumsi rutin. dengan herbastamin ini anda akan mudah ereksi dan bisa memperbaiki kualitas ereksi sehingga memungkinkan buat anda melakukan terapi minyak lintah. Untuk anda yg sehat wal afiat 2-3 hari setelah minum rutin anda akan merasakan performa anda jauh lebih baik. Ereksi yang anda capai begitu asli keras nya dan tanpa efek samping.

  • Cara pijat yang benar

Cara pijat yg benar adalah dari pangkal hingga ujung. Arah pijat urutnya dari pangkal ke ujung jangan sebaliknya. 
 

best seller: 

Produk

Madu kuat tahan lama

Rp90.000

Herbastamin

Rp110.000

1 Box Rp200.000

hajar jahanam

Rp100.000

minyak lintah hitam papua

Rp100.000

kopi cleng

1 box Rp150.000

Rp150.000

,

Rp100.000

Rp300.000

,

Rp250.000

Rp210.000

,

Rp160.000

Rp120.000

Pages

Sekilas tentang kandungan dan khasiat minyak lintah

Minyak lintah dewasa ini semakin populer dan dicari orang, terutama oleh pria yang ingin meningkatkan vitalitasnya. Lintah termasuk dalam keluarga cacing memiliki nama ilmiah Hirudomanilensis. selain memiliki dua alat kelamin atau hermaprodit binatang ini juga termasuk hemotophagous atau hewan pengisap darah.

Tentang Lintah

Meski bentuknya menjijikkan, lintah sebenarnya hewan yang memiliki banyak manfaat, baik untuk alam maupun bagi manusia. Sejarah mencatat bahwa pengobatan dengan menggunakan terapi lintah telah dikenal selama ratusan tahun, mulai dari hari-hari India Kuno hingga Yunani dan berlanjut di abad XVIII-XIX di Amerika dan Eropa, terapi lintah telah digunakan sebagai metode pengobatan. Di Indonesia sendiri, sejak zaman kerajaan kuno, sistem pengobatan ini juga sudah dikenal di tengah masyarakat.

Sejak dahulu kala Penggunaan lintah sebagai alat terapi pengobatan telah menarik perhatian para ahli kesehatan, sehingga dilakukan berbagai penelitian dan penelitian ilmiah untuk meneliti zat apa yang terkandung dalam lintah yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Melalui penelitian dan penelitian, ditemukan bahwa lintah mengandung zat bermanfaat sebagai berikut:
 

1. Oksida nitrat

Robert Furchgott, Prof. Louis Ignarro dan Ferid Murad memenangkan Hadiah Nobel pada tahun 1998 untuk hasil penelitian yang dilakukan pada lintah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ketiga peneliti diketahui bahwa ada hubungan Nitric Oxide (NO) pada jenis lintah Hirudo Medicinalis. yang bisa digunakan untuk ramuan Viagra. Nitric Oxide yang secara alami dilepaskan oleh lintah dapat membantu mengatasi disfungsi ereksi pada  pria hingga 90%. Selain itu NO juga bisa memberi rangsangan pada saraf yang bisa memacu gairah dan memberikan rangsangan seksual pada wanita saat menyentuh vagina dan klitoris.

2. Hirudin

Hirudin adalah zat yang bisa mencairkan gumpalan darah. Karena itulah zat ini banyak digunakan untuk mengembalikan darah tersumbat sehingga darah bisa kembali mengalir dengan lancar. Karena khasiat nya yang melancarkan itu Zat hirudin ini dipakai di bidang kedokteran modern khususnya dipakai saat proses operasi saraf halus seperti telapak tangan, agar darah tetap lancar mengalir.

3. Histamin

Zat yang terkandung dalam air liur lintah ini memiliki fungsi sebagai pengembang. Sehingga sel sel dapat berkembang ukuran nya.

4. Hyaluronidase

Hyaluronidase yang juga ada di air liur lintahadalah enzim yang memiliki fungsi seperti anestesi. Sehingga kadang orang yg kena lintah kakinya tidak menyadari bahwa dia sedang dihisap darahnya oleh lintah

5. Trombin

Selain mempercepat pembekuan darah, trombin juga bisa mengaktifkan zat  fibrinogen. Perlu diingat bahwa ketika tubuh terluka, salah satu unsur dalam darah yang disebut thrombosa yg terdapat di pembuluh darah akan mencoba membekukan aliran darah. Dengan bantuan trombin yang dimiliki oleh lintah, proses pembekuan darah bisa berlangsung cepat.
 

6. Anti kolagen

Anti kolagen banyak dipakai dalam industri kosmetik karena kemampuannya menghilangkan keriput dan menjaga elastisitas kulit. Sehingga bahan ini mudah dijumpai di daftar komposisi sebuah produk kosmetik.

Khasiat minyak lintah

Dengan melimpah nya zat bermanfaat yang dikandung dalam seekor lintah tak mengherankan sejak zaman dahulu kala hewan penghisap darah ini banyak dimanfaatkan sebagai pengobatan terapeutik alternative. baik dengan menempatkan lintah ke permukaan kulit, atau dengan mengekstraksi lintah menjadi bubuk dan minyak. Penggunaan bubuk ekstrak lintah biasanya dikonsumsi, baik dicampur ke dalam minuman ataupun dibungkus dalam bentuk kapsul. Namun, metode ini kurang populer dibanding cara kedua, yaitu dengan mengekstraksi lintah menjadi minyak yang dikenal dengan minyak lintah.

Indonesia negara luas yang memiliki tipologi berbeda di tiap tiap daerah penghasil lintah dengan species yang sangat beragam. Sehingga menghasilkan pula banyak jenis minyak lintah Diantara minyak lintah yang terkenal adalah;
- Minyak lintah papua
- Minyak lintah Madura
- Minyak lintah borneo
- Minyak lintah hitam
-dll
Walaupun tiap daerah punya cara khas untuk mengekstak lintah menjadi minyak lintah, namuan semua proses nya hamper sama, yaitu dengan tahapan sebagai berikut:

  • Lintah yang akan dijadikan minyak lintah adalah lintah dewasa dengan ukuran yang cukup besar. Lintah kemudian dibelah dikeluarkan jeroan nya dan dicuci bersih. Ada juga yang tidak langsung mengolah lintah yang dipilih, tapi membiarkan lintah tanpa pakan kurang lebih selama sebulan, untuk mensterilkan unsur darah di tubuh lintah.
  • Setelah dicuci bersih, lintah kemudian dicampur dengan bahan herbal berkhasiat lainnya dan diaduk cukup lama sehingga benar benar tercampur dengan sempurna
  • Selanjutnya, lintah yang sudah tercampur bahan herbal tadi dipermentasikan di dalam wadah kedap udara untuk menjaga agar tidak terkontaminas bakteri dari luar. Proses permenbtasi ini bisa berlangsung hingga satu bulan hingga tubuh lintah benar benar terurai dan menjadi minyak. Campuran lintah yang sudah terurai dengan herbal ini kemudian dimasak dengan minyak kelapa. Sampai sini selesailah proses pembuatan minyak lintah yang memiliki berbagai macam khasiat.
 

Fakta fakta menarik tentang lintah

Lintah mempunyai reputasi yang buruk, tetapi sebetulnya lintah itu merupakan mahluk ciptaan Allah yang sangat menakjubkan. Seorang ahli parasit yg juga kurator di museum sejarah alam amerika guy mark siddal berbagi fakta menarik tentang lintah yg banyak dibenci orang ini.

Tidak semua lintah menghisap darah

Hematophagous, atau penghisap darah adalah salah satu ciri dari spesies ini. "sebagian besar spesies lintah adalah Hematophagous" kata siddal seperti dilansir mental_floss.com. Tetapi itu juga tergantung pada kondisi lingkungan. Di Amerika Utara misalnya, sangat mungkin ada lebih banyak lintah air tawar yang tidak menghisap darah daripada yg menghisap darah. Dan bahkan di antara spesies hematophagous, tidak terlalu banyak yang menjadi ancaman buat manusia. "sangat sedikti dari mereka yang tertarik untuk menghisap darah manusia", kata siddall. tentu saja mereka akan menghisap darah manusia jika melihat ada kesempatan, tapi mereka tidak menghabiskan waktu mereka hanya untuk menghisap darah"

Ada di mana mana

Di setiap benua di muka bumi ini pasti ada lintah, kecuali benua antartika" Kata siddall. Tapi kemudian ditemukan lintah laut di perairan antartika. Manusia telah hidup berdampingan dengan lintah sejak dahulu kala, menurut siddal; hampir setiap bahasa ada nama sendiri untuk lintah.

Kembali digunakan di dunia kedokteran modern

lintah

Terpi lintah, yaitu proses terapi menyedot darah pasien dengan lintah, tidak disukai oleh kedokteran barat. Tapi bukan berarti penggunaan lintah di dunia kedokteran ditinggalkan sama sekali. justru sebaliknya. Dewasa ini para dokter ahli bedah menyimpan lintah di ruang operasi. Mereka menggunakan lintah sebagai vacum mini untuk membersihkan darah. "Itu adalah penggunaan lintah yang sangat masuk akal," kata Siddall. Kegunaan lain, meskipun kurang masuk akal: "Semakin banyak aplikasi naturopati lintah untuk menyingkirkan darah buruk atau untuk menyembuhkan, saya tidak tahu, apa pun yang terjadi pada Anda, adalah benar-benar tidak masuk akal," katanya. “Bagaimana bisa lintah mengambil darah buruk dan meninggalkan darah yang baik? Itu konyol. "

Nama Novelis amy Tan menjadi nama species lintah.

Lintah darat muncul dalam buku  Karangan Tan tahun 2005 yang berjudul Saving Fish from Drowning. Buku ini membuat para peneliti lintah memberikan penghormatan dengan memberi nama tan untuk species baru yang ditemukan. "Tidak banyak novel di luar sana dengan lintah darat di dalamnya," kata Siddall. Jadi ketika dia dan rekan-rekannya mengidentifikasi spesies baru lintah darat kecil, mereka memberi nama lintah Tan. Penulis menyukainya. "Saya senang diabadikan sebagai Chtonobdella tanae," kata Tan dalam pernyataan pers. “Saya sekarang merencanakan perjalanan saya ke Queensland, Australia, di mana saya berharap untuk berjalan-jalan santai melewati hutan, ditemani oleh lusinan nama saya yang makan darah di kaki saya.”

Beberapa Species memiliki ukuran yag cukup besar

Lintah Amazon raksasa (Haementeria ghilianii) dapat tumbuh hingga 18 inci dan hidup hingga 20 tahun. Dan ya, ini adalah pengumpan darah. Seperti semua spesies hematophagous, H. ghilianii menempel belalai (yang bisa sampai 6 inci panjang) menjadi tuan rumah, minum isinya, dan jatuh. Para ilmuwan mengira spesies itu telah punah sampai seorang ahli zoologi menemukan dua spesimen pada tahun 1970-an, salah satunya ia menamai Nenek Musa. Kami tidak mengada-ada.

Umpan yang sempurna untuk memancing


Anda suka memancing? Tahukah anda lintah adalah umpan hidup terbaik. "Lintah bergerak lebih aktif di segala medan dibanding umpan hidup lainnya"  kata nelayan Jerry Hein kepada Fishing League Worldwide. Kegemaran memancing saya tumbu dengan lintah, dan saya pikir mereka adalah umpan hidup yang paling efektif di mana pun Anda memancing.
Ada perusahaan umpan yang menyediakan lintah untuk para pemancing. Sekali waktu, kondisi cuaca membuat lintah tidak muncul di habitat nya yang biasa. Sehingga membuat perusahaan tidak bisa mengumpulkan dan menjual lintah. Seperti dikutip CBS Salah seorang pemilik toko pancing menyebut ketiadaan lintah sebagai "Mimpi buruk terburuk dalam industri umpan."

Sex sex yg unik

Seperti banyak cacing lainnya, semua lintah adalah hewan hermaphroditic, alias hewan berkelamin ganda. Spesifik perkawinan mereka berbeda-beda berdasarkan spesies, tetapi kebanyakan pada saat melakukan perkawinan mereka akan saling membelit diri mereka bersama dan melakukan barter paket sperma. 
Beberapa species menjadi induk yang luar biasa
"Ada sekelompok lintah yang, ketika mereka bertelur, si induk akan menutupi mereka dengan tubuh mereka sendiri," kata Siddall. “Mereka akan bertelur, menutupinya dengan tubuh mereka, dan menjaga telur dari jamur atau bakteri supaya tidak masuk ke dalamnya, dan kemudian ketika telur menetas, mereka akan menempel pada induknya. Mereka tidak  makan dari si induk, hanya menempel pada induk nya, dan kemudian ketika induk lintah pergi ke makanan darah berikutnya itu membawa keturunannya ke makanan darah berikutnya. Itu adalah perawatan induk yang sangat mendalam, terutama untuk invertebrata.

Beberapa species menjadi induk yang luar biasa

"Ada sekelompok lintah yang, ketika mereka bertelur, si induk akan menutupi mereka dengan tubuh mereka sendiri," kata Siddall. “Mereka akan bertelur, menutupinya dengan tubuh mereka, dan menjaga telur dari jamur atau bakteri supaya tidak masuk ke dalamnya, dan kemudian ketika telur menetas, mereka akan menempel pada induknya. Mereka tidak  makan dari si induk, hanya menempel pada induk nya, dan kemudian ketika induk lintah pergi ke makanan darah berikutnya itu membawa keturunannya ke makanan darah berikutnya. Itu adalah perawatan induk yang sangat mendalam, terutama untuk invertebrata.

Para peniliti lintah menggunakan tubuh mereka sebagai umpan

Siddall dan rekan-rekannya mengumpulkan dan mempelajari lintah liar. Itu berarti berjam-jam melintasi wilayah lintah, mencari spesimen. "Apakah kita sedang berkeliaran di air atau melintasi hutan bambu," kata Siddall, "kita mengandalkan fakta bahwa lintah tertarik pada kita." Apakah lintah memakannya? "Ya Tuhan, ya," kata Siddall. "Kami mencoba mendapatkannya sebelum mereka memakan kami ... tetapi terkadang, tentu saja, Anda tidak dapat menghindari."

Anda mungkin dapat menemukan species baru

Meskipun hidup berdampingan dengan lintah selama ribuan tahun, kami masih banyak belajar tentang lintah. Para ilmuwan menyadari masih ada sekitar 700 spesies berbeda, tetapi mereka tahu ada banyak lagi di luar sana. “Saya akan memberi tahu Anda apa yang saya harapkan,” kata Siddall. “Jika Anda pernah disedot oleh lintah, daripada merobek dan membakarnya dan membuangnya di tempat sampah, mungkin amati dan lihat apakah Anda dapat melihat pola warna apa pun. Pahamilah bahwa ada kemungkinan nyata bahwa itu bisa menjadi spesies baru. Jadi awasi mereka, biarkan mereka selesai. Mereka tidak akan mengambil banyak darah. Dan siapa yang tahu? Ini bisa bermanfaat secara ilmiah. ”

 

sebagai referensi anda bisa membaca artikel tentang terapi lintah di bawah ini:
 

Memiliki penis yang besar panjang dan keras adalah idaman pria disukai wanita. Penis yang besar panjang Adalah sebuah kebanggan serta simbol kejantanan bagi pria. Namun sayang tidak semua pria memilki ukuran yang ideal. Bahkan mayoritas pria merasa kurang puas dengan ukuran penisnya. Kami hadirkan minyak lintah untuk menjadi solusi bagi pria yang ingin menambah ukuran kejantanan nya.
Minyak lintah papua, ramuan tradisional dari pulau papua untuk menambah ukuran dan meningkatkan vitalitas, memperlancar peredaran darah di penis serta memperbaiki kualitas ereksi pada pria. Dengan penggunaan rutin dan cara pakai yang tepat, anda akan mulai melihat perubahan positif pada penis anda di minggu pertama pemakaian. Klaim testimoni dari pengguna minyak lintah hitam papua ini, mereka merasakan penis nya bertambah masa nya, menjadi lebih tebal dan ereksi lebih keras, serta terlihatnya urat urat di penis, sehingga penis terlihat lebih kekar.
Disclaimer:
*) Hasil bervariasi pada tiap orang. Tidak ada jaminan anda akan mendapat hasil yang sama dengan pelanggan yang memberikan testimoni karena banyak faktor mempengaruhi tingkat keberhasilan. Namun intinya, Minyak lintah papua ini layak anda coba karena sudah ada beberapa orang yang memberikan testimoni.
Harga minyak lintah papua hitam kami bandrol hanya 100rb / botol
silahkan hubungi : via WA di 08552320113
Wajib baca:
cara pakai minyak lintah
Jadwal pengiriman paket
Sebelum anda mencoba produk ini, ada baiknya anda membaca referensi tentang lintah di bawah ini.

TERAPI LINTAH BAGI PENGOBATAN MEDIS

Terapi kesehatan dengan menggunakan lintah sebagai medianya sudah bukan hal baru. Sejak berabad-abad silam, mekanisme lintah menarik perhatian para terapis dalam menyembuhkan beragam penyakit. Mengapa lintah yang dipilih? Tak lain karena faktor utama bahwa lintah adalah hewan hematophagus yang mencari makan dengan cara menghisap darah dari inang. Sisi positifnya, dari cara makan lintah ini, hewan ini bisa mengatasi penyumbatan darah lewat sekresi kelenjar saliva yang menghasilkan komponen aktif, salah satunya adalah anticoagulants. (1) Dalam artikel ini, kita akan mengelaborasi lebih lanjut peran penting lintah dalam terapi medis berbagai penyakit seperti jantung, operasi plastik, kanker, diabetes mellitus, hingga komplikasi dan infeksi. Terapi medis dengan lintah hadir sebagai alternatif pengobatan untuk mengatasi sumbatan di pembuluh darah. Bagaimana caranya? Liur dari lintah bisa melancarkan peredaran darah dan memperbaiki jaringan dalam tubuh (17). Beberapa pemaparan fakta ini tidak muncul begitu saja. Jauh sebelumnya pada tahun 1984, beberapa tenaga medis menggunakan media terapi lintah sebagai cara untuk menyembuhkan orang yang mengalami pembengkakan kulit. Dalam hal ini, prosedurnya adalah lintah diaplikasikan pada area yang terdampak sebanyak 2 hingga 4 kali sehari, rutin selama 4 hari. Hasilnya cukup menakjubkan. Tanpa perlu obat kimiawi, luka bisa tersamarkan tanpa ada perbedaan warna dan tak meninggalkan bekas (54). Sekarang, mari mengenal lintah lebih jauh.

Lintah Mudah Beradaptasi

Lintah bisa hidup dan beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan, dengan satu benang merah yang sama, yaitu berair. Ada yang hidup di sungai, muara, danau, kolam, rawa, hingga laut. Lintah memiliki kelenjar selaput lendir yang bisa menampung cairan. Fungsi inilah yang membuat lintah dapat beradaptasi dengan mudah meski lingkungannya tidak terlalu basah, seperti rawa-rawa. Lintah juga punya kemampuan motorik fisik yang fleksibel sehingga membuatnya tangguh dalam berbagai kondisi. Bahkan sebut saja saat pasokan oksigen menipis atau terjadi perubahan temperatur secara mendadak dan fluktuatif. Lintah tidak akan terlalu terganggu dengan hal ini karena fleksibilitasnya. Mengingat kelembaban adalah salah satu faktor penting bagi lintah, seringkali mereka ditemukan di area hutan Amerika Utara, Eropa, hingga Asia Tenggara.

Taxonomi dan morfologi minyak lintah

Nama latin dari lintah adalah Euhirudinea, pertama kali ditemukan pada tahun 1758 (3). Secara umum, lintah diklasifikasikan dalam 4 subclass, 3 ordo, 10 families, 16 subfamilies, 131 genre, dan lebih dari 696 spesies (12). Bahkan angka ini tidak hanya berhenti sampai di situ. Penelitian terbaru menemukan bahwa ada lebih dari 1000 spesies lintah di dunia. Menilik ukuran tubuhnya, ukuran lintah bervariasi hingga sekitar 20 cm. Bahkan spesies raksasa seperti Haementaria Ghilianii dari Amazon bisa mencapai 50 cm (14). Sesuai dengan fokus utama fungsi lintah sebagai penghisap darah, maka organ lain yang tidak kalah penting bagi lintah adalah penghisapnya yang bergerak layaknya lokomotif dan bisa menempel di permukaan inangnya (11). Penghisap ini bekerja simultan dengan rahang bawah saat menghisap darah dari inang. Lalu bagaimana cara lintah bernafas? Mereka menggunakan kulitnya sebagai media untuk menghirup oksigen (14). Sementara untuk berkembang biak, lintah tetap membutuhkan pasangan untuk menghasilkan keturunan.

Perkembangan terapi lintah

Lintah bukan saja dibuat minyak lintah. Berikut adalah sejarah perkembangan terapi lintah. Lintah dalam bahasa Inggris atau istilah medis dikenal sebagai “leech”. Kata ini diadaptasi dari istilah fisika Anglo-Saxon yaitu “laece” yang mengindikasi bahwa dunia medis dan lintah telah terhubung sejak awal era peradaban (18). Terapis medis sejak lama telah menggunakan fungsi penghisap dari lintah sebagai elemen penting dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Kemudian pada Abad Pertengahan, dunia medis kian sering menggunakan terapi lintah untuk mengatasi penyakit yang berakar dari masalah saraf seperti epilepsi, gangguan kemih, hingga masalah organ reproduksi dan pembengkakan (19). Beberapa tenaga medis di Perancis bahkan berani meresepkan terapi lintah bahkan sebelum menemui pasiennya langsung dalam sesi konsultasi. Populernya penggunaan lintah sebagai terapi medis didukung pula dengan pengaplikasiannya yang tidak terlalu sakit bagi pasien. Penghisapan darah oleh lintah hanya terasa sedikit sakit, jauh lebih ringan dibandingkan dengan operasi minor menggunakan pisau bedah (3).

Namun sayangnya popularitas ini pula yang menyebabkan populasi lintah pernah terancam punah. Pada abad 19, praktik jual beli dan perdagangan lintah semakin bergeliat dan membuat semua orang berburu lintah. Otoritas dari Eropa dan Amerika mencari cara, strategi, inovasi, hingga metode lain untuk mengembang biakkan lintah (3). Dan akhirnya pada akhir abad 19, metode terapi lintah mulai ditinggalkan karena tidak sesuai dengan regulasi medis modern dan segala perkembangan di dunia medis (3). Pada saat ini, dunia medis tak lagi menyorotkan lampunya pada manfaat lintah.

Namun meredupnya popularitas terapi lintah, bukan berarti berhenti sama sekali. Pendekatan yang digunakan para pelaku medis pun menjadi berbeda: air liur lintah yang digunakan sebagai media pengobatan (27). Pada tahun 2004, Food and Drug Organization (FDA) secara resmi menyetujui penggunaan lintah untuk keperluan medis (19). Kala itu, ada 2 konsep yang disepakati: pertama, saat lintah menggigit kulit inangnya, kelenjar liurnya akan menyentuh luka atau area kulit yang terbuka. Kedua, bagian lain dari proses sekresi liur ini akan digabung dengan darah yang tertelan agar tetap mempertahankan bentuk cairannya (29).

Mekanisme Biologis Lintah

Dari pemaparan di atas sudah dapat kita simpulkan bahwa lintah adalah hewan fleksibel yang dipetik manfaatnya dari caranya menghisap darah dari inang. Kali ini kita akan menyoroti bagaimana cara lintah bertahan hidup, tentu saja terkait erat dengan caranya mencari makan. Berdasarkan caranya bertahan hidup, ada 2 kategori lintah:

  1. Lintah Predacious

Merupakan lintah yang menjadi predator bagi banyak makhluk invertebrata.

  1. Lintah Sanguivorous

Merupakan lintah parasit yang makan dari darah makhluk vertebrata, termasuk manusia (11). Darah disimpan di dalam tubuhnya dalam waktu cukup lama, mencapai 18 bulan.

Untuk mencari makan, lintah menggunakan rahang bawah dan alat penghisap atau suckers (15). Menariknya adalah, lintah bisa menghisap sebanyak 2-20 mililiter darah dalam waktu 10 hingga 30 menit, dan melepaskan diri dari inangnya kapanpun dia merasa cukup dan tidak ingin lagi menghisap. (16). Pada lintah Sanguivorous disebutkan bahwa darah yang dihisap dari inang disimpan dalam tubuh untuk rentang waktu yang cukup lama, hingga 1,5 tahun. Lalu di sinilah peran bakteri bernama Aeromonas yang berada di usus lintah. Bakteri ini menghasilkan enzim yang bisa memecah komponen darah yang dihisap dari inang saat diendapkan atau disimpan dalam tubuh. Tugasnya tak berhenti hanya sampai di situ. Bakteri baik ini juga berperan penting dalam mencegah pembusukan darah karena rentang waktu penyimpanan yang cukup lama di dalam tubuh lintah.

Di sisi lain, lintah juga menghasilkan zat lain yang berpengaruh pada pembekuan darah, seperti antiplatelet, faktor XA, dan enzim fibrinolytic (41). Bagaimana cara kerjanya? Pertama-tama, potensi antiplatelet yaitu Decorsin diidentifikasi dari Macrobdella Decor dengan kandungan glycoprotein tinggi (42). Kemudian pada tahap kedua, pelekatan platelet dan penghambat aktivasi bernama Calin juga diisolasi dari sekresi liur lintah asal Eropa yaitu H. Medicinalis. Metode ini dipercaya sebagai cara yang paling efektif untuk merangsang terbentuknya kolagen (43). Selain itu, ghilanten (46), lefaxin (2), dan therostatin (47) juga ditemukan dari proses ini. Yang menarik, terjadi pula proses pembelahan fibrinogen menjadi pagar pembekuan darah. Hal inilah yang membuat zat fibrinogen diyakini sebagai alat terapi medis yang sangat menjanjikan (10).

Operasi Kecil Terapi Lintah

Selain kontroversi khasiat minyak lintah. Masih banyak perdebatan yang terus bergulir seputar penggunaan kemampuan menghisap darah lintah dalam prosedur operasi medis. Petugas medis sempat mempertanyakan apakah penyumbatan vena adalah langkah penting untuk menekan risiko kerusakan hingga menyelamatkan jaringan halus (50). Rasa lega yang dialami pasien setelah prosedur dilakukan adalah bentuk konsekuensi dari banyak faktor, termasuk seberapa besar area luka, enzim bioaktif yang tersekresi, hingga mekanisme pembekuan darah dalam tubuh pasien (50). Dari faktor ini saja, sudah terlihat bahwa penggunaan lintah sebagai media untuk operasi medis membawa manfaat bagi pasien. Belum lagi ditambah kenyataan bahwa tiap orang memiliki ambang toleransi yang berbeda terhadap rasa sakit.

Di sisi lain, penggunaan lintah dalam prosedur operasi plastik juga diyakini sebagai sebuah inovasi yang tepat. Mengapa? Saat prosedur penghisapan darah lewat terapi lintah diterapkan, hasil lukanya tidak akan sama seperti prosedur yang dilakukan menggunakan pisau bedah. Bekas luka berbentuk serupa huruf “Y” kecil. Situasi ini seringkali membuat area luka pasien bisa sembuh tanpa menimbulkan bekas dan komplikasi apapun (17). Meski demikian, hingga kini belum ada protokol internasional resmi tentang penggunaan terapi lintah dalam prosedur medis yang pernah disepakati bersama. Beberapa peneliti atau praktisi medis pernah berpendapat bahwa aplikasi terapi lintah yang dilakukan selama satu minggu terhadap area yang terluka sudah cukup efektif (52). Hingga kini belum ada riset yang berhasil membandingkan efektivitas terapi lintah dengan kasus medis yang melibatkannya. Angka ini sangat relatif, ditambah lagi ada begitu banyak praktik penggunaan terapi lintah untuk menangani beragam penyakit. Angka kesembuhan pun bisa jadi relatif bagi setiap orang yang berada di tempat berbeda hingga yang menggunakan metode penyembuhan tertentu. Namun ada satu benang merah yang sama, yaitu banyak laporan kesuksesan setelah menggunakan terapi lintah dalam menangani penyakit.

Tidak sah rasanya berbicara argumen tanpa memaparkan fakta. Contohnya adalah seorang perempuan yang mengalami luka pada area hidungnya hingga harus mengikuti prosedur operasi. Pengobatannya tidak hanya sampai di situ. Setelah itu, selama 9 bulan penuh ia mengikuti terapi lintah secara konsisten hingga mendapatkan hasil yang sempurna dan nyaris tanpa bekas (17). Dari contoh kasus ini, terbukti bahwa penerapan terapi lintah untuk mengatasi kekurangan jaringan lunak pascaoperasi bisa berhasil. Angka kesuksesannya mencapai 100 persen. Bahkan di tahun 1996, untuk pertama kalinya beberapa peneliti melaporkan bahwa penggunaan lintah berhasil membantu penyembuhan pria berusia 37 tahun yang organ vitalnya mengalami amputasi total (61). Proses replantasi kulit berlangsung sukses dipadukan dengan hirudotherapy. Bahkan pasien yang menjalani terapi pengobatan lintah bisa sembuh normal tanpa bekas. Organ vitalnya pun bisa berfungsi seperti sedia kala (62).

Bahkan belum lama ini, terapi lintah juga ampuh digunakan dalam proses penyembuhan 6 pasien yang mengalami penyumbatan saluran vena. Pada awalnya, kasus pasien ini tidak bisa disembuhkan lewat prosedur operasi biasa. Kemudian terapi menggunakan media lintah dilakukan selama 14 hari berturut-turut dengan pola yang terus sama. Hasilnya benar-benar mencengangkan, seluruh area yang dioperasi sembuh seperti sedia kala (52).

Terapi Lintah dan Kanker

Di tahun 2008, penyakit kanker menjadi momok karena memegang porsi 13 persen penyebab utama dari seluruh kasus kematian di dunia secara global. Bahkan diprediksi angka ini akan terus melonjak naik dalam rentang waktu 2 dekade ke depan. Di tahun 2030, diprediksi akan ada 13,2 juta kasus kematian akibat kanker (64). Berangkat dari fakta mengejutkan ini, manfaat dari terapi lintah kembali disebut dan menjadi sorotan. Beberapa penelitian pernah menyoroti sekaligus mengkritisi mengapa terapi lintah tidak dilibatkan sepenuhnya dalam menangani kasus penyakit kanker. Padahal efektivitas peran lintah telah terbukti. Bahkan air liur lintah dan ekstraknya yang bersifat anti-metastatic berpotensi digunakan untuk mengatasi tumor itu sendiri, secara langsung.

Selain dibuat minyak lintah, Penggunaan lintah sebagai agen anti-metastatic terinspriasi dari beberapa fungsi zat pembeku seperti warfarin dan heparin (65). Kombinasi dan perpaduan luar biasa dari begitu banyak anticoagulant serta komponen lain dalam air liur lintah bisa jadi jauh lebih berkhasiat dibandingkan dengan obat anti-metastatic sekalipun (66). Ekstrak kelenjar liur dari lintah H. Ghilianii dan Haementeria Officinalis menghasilkan kolonisasi metastatik dari sel tumor. Fakta ini diperoleh dari eksperimen terhadap hewan (66). Hasil berikutnya kian mengejutkan. Ghilanten bisa menekan risiko melanoma, kanker payudara, kanker paru-paru, hingga kanker prostat (68). Penelitian lain juga menyebutkan bahwa liur lintah bisa mencegah perkembangan sel tumor di paru-paru, payudara, kandung kemih, leukemia, hingga kelenjar getah bening (65).

Lintah asal Meksiko, Haementeria Officinalis juga menjadi objek dari begitu banyak penelitian ilmiah di bidang medis. Hasilnya terungkap bahwa aktivitas anti-metastatic dari sekresi kelenjar liur lintah ini menghasilkan begitu banyak menfaat. Liur dari lintah Meksiko ini mengandung protein 17-kDa yang disebut antistasin. Protein ini berperan sebagai garda terdepan yang dapat mencegah kolonisasi kanker paru-paru. Pada tahun 2010, untuk pertama kalinya peneliti lain menggambarkan bahwa terapi selama 2 bulan ke area tertentu yang mengalami luka menggunakan terapi dari lintah H. Medicinalis bisa sepenuhnya menyembuhkan rasa sakit pasien kanker ginjal (71). Fakta demi fakta terus terkuak. Bahkan belum lama ini, terbukti bahwa ekstrak liur dari lintah H. Manillensis mencegah perkembangbiakan sel kanker paru-paru.

Komplikasi Diabetes Mellitus

Bagaimana dengan diabetes mellitus? Penyakit diabetes mellitus terjadi karena metabolisme tubuh yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sebagai akibatnya, level gula darah melonjak naik dan bisa menyebabkan beragam komplikasi (73). Angka penderita diabetes terus bertambah dan diyakini sebagai ancaman baru di bidang medis secara global. Prediksi akan ancaman penyakit ini pun cukup mencengangkan. Di tahun 2030, diperkirakan ada 366 juta pasien diabetes di seluruh dunia (74). Dari penelitian di berbagai literatur, terungkap bahwa belum ada dokumentasi yang membuktikan bahwa terapi lintah berfungsi sebagai medikasi anti-hyperglycemic. Di sisi lain, sejak puluhan tahun lalu pengobatan medis tradisional telah menggunakan lintah sebagai media pengobatan penyakit diabetes. Hal ini terjadi karena banyak ukuran relatif dari kesembuhan dan efektivitas sebuah metode medis, terutama yang belum disepakati secara global.

Penyebab terbesar kedua meninggalnya pasien diabetes adalah serangan jantung. Hal ini merupakan imbas dari komplikasi dalam fungsi metabolisme tubuh pasien (73). Protein dalam liur lintah bisa memberi manfaat tersendiri untuk mengatasi hal ini. Hirudin memegang peran penting dalam mencegah penyumbatan darah karena kemampuannya mengikat thrombin dan mencegah konversi fibrinogen menjadi fibrin. Hal ini penting dalam proses penyembuhan (32). Sementara Calin, zat yang ada pada lintah H. Medicinalis terbukti bisa membentuk thrombi (43). Kemampuan ini dipercaya dapat membesakan penis pada minyak lintah.

Spesies lintah liar seperti Whitmania Pigra dari Hirudiniae telah lama digunakan dalam pengobatan medis Cina. Fungsinya adalah untuk memperbesar sekaligus melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh serta mencegah gangguan dalam fungsi pembekuan darah. Dilaporkan juga bahwa ekstrak dari spesies lintah ini berpotensi dalam proses dan aktivitas pembekuan darah (76). Pada tahun 2002, didirikan pusat terapi lintah yang memiliki fokus pada proses penanganan pasien dengan diabetes mellitus. Pendiri tempat ini bahkan mengaku menggunakan 4 lintah sekaligus dalam satu sesi pengobatan terhadap seorang pasien. Bahkan dalam kasus yang lebih ekstrem, penggunaan lebih banyak lintah bisa mencegah terjadinya amputasi (75). Mendukung rentetan fakta tersebut, belum lama ini ditemukan hasil riset bahwa air liur lintah dari H. Manillensis yang diterapkan pada tikus eksperimen menghasilkan aktivitas zat anti-hyperglycemic.

Infeksi Penyakit Menular

Terus meningkatnya penularan infeksi tentu berkaitan erat dengan tingginya konsumsi antibiotik yang dijual komersil. Akibatnya? Muncul fenomena resistensi terhadap bakteri. Berangkat dari hal ini, peneliti terus merancang strategi baru untuk menemukan mekanisme mengalahkan antibiotik yang tidak membuat resistensi terhadap bakteri (78). Banyak peneliti yang fokus pada pentingnya terapi lintah dalam dunia medis menyebut bahwa memang lintah efektif dalam menangani hal ini. Namun tidak ada detil yang diberikan lebih lanjut, terkait protokol prosedurnya atau bagaimana komponen aktif di dalamya. Contohnya saja, ada hasil riset bahwa terapi lintah digunakan dokter gigi tradisional untuk mengatasi infeksi pada gigi dan mulut seperti periodontitis dan abses alveolar (21). Terlepas dari itu, lagi-lagi terbukti bahwa penggunaan terapi lintah di bidang medis membawa manfaat tersendiri.

Namun ada satu hal yang perlu dilakukan. Protein yang menjalankan fungsi destabilisasi seperti lysozyme tidak dilibatkan dalam terapi lintah. Protein ini disebut-sebut memiliki komponen anti-bakteri yang bisa menghancurkan komponen selular lainnya (80). Contohnya adalah theromacin dan theromyzin dalam lintah T. Tessulatum berfungsi berlawanan dengan bakteri Micrococcus Luteus (82). Bahkan, sistem saraf dari lintah asal Eropa H. Medicinalis bisa menciptakan respon anti-microbial setelah terjadi kecelakaan. Ada 3 zat yang berbeda teridentifikasi dari spesies lintah ini.

Belum lama, ini beberapa peneliti mematenkan penggunaan ekstrak lintah dari beragam E. Coli spesies keluarga Hirudinidae sebagai agen anti-microbial. Mereka berargumen bahwa ekstrak yang diperoleh dari  tubuh lintah, terutama kelenjar liurnya, akan menciptakan aktivitas anti-microbial terhadap bakteri tertentu seperti Shewanella dan Aerococcus Viridans. Peneliti ini juga menekankan bahwa ekstrak lintah bisa digunakan untuk menangani penyakit yang berkaitan dengan bakteri seperti radang sendi dan infeksi lainnya. Bahkan ada hal menarik lain yang mereka temukan. Ekstrak dari lintah bisa menjadi pembersih untuk sterilisasi produk rumah sakit, bahkan juga bisa diaplikasikan untuk barang-barang rumah tangga (78). Kabar baik lainnya, kelenjar liur dari lintah H. Manillensis memiliki spektrum luas yang bisa melawan bakteri S. Aureus, Sal. Typhi, hingga (85).

Terapi Lintah untuk Kasus Kesehatan Lainnya

Memang belum ada pemaparan resmi tentang manfaat dari terapi lintah bagi dunia medis. Namun banyak juga kasus kesehatan gigi yang menggunakan lintah sebagai cara pengobatannya (21). Hal ini terutama terkait dengan pengelolaan aliran darah pasca-operasi. Ada juga penggunaan lintah dalam kasus pembengkakan gusi (17).

Selain gigi, upaya mengatasi masalah dalam pendengaran juga melibatkan lintah dalam proses penyembuhannya. Pada suatu kasus, terapis menggunakan 2 lintah; satu ditempatkan di belakang telinga dan satu lagi ditempatkan di liang telinga. Terapi ini diulangi hingga 3 kali selama 4 hari. Dan hasilnya, terapi lintah terbukti memperbaiki masalah pendengaran yang dialami oleh pasien (17).

Dari seluruh penerapan terapi minyak lintah dalam kasus medis, tetap perlu diwaspadai komplikasi atau jika terjadi ketidakcocokan dengan pasien. Kasus infeksi adalah yang paling sering terjadi pada 2 hingga 36 persen pasien (51). Di sisi lain, jangan khawatir karena belum pernah ada kasus penularan penyakit akibat penggunaan lintah karena tenaga medis diimbau untuk hanya menggunakan 1 lintah pada sekali percobaan (17).

Kesimpulan

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terapi medis menggunakan lintah adalah cara yang sudah populer digunakan sejak bertahun-tahun lalu oleh tenaga medis tradisional. Kini, terapi lintah mulai diadopasi pada pengobatan kontemporer yang didukung hasil penelitian ilmiah dan studi kasus. Masih perlu banyak penelitian dan pengembangan untuk memaksimalkan fungsi dari terapi lintah bagi kesehatan.